"Kasus Aceh sudah closed. Karena pimpinan-pimpinannya dan anggotanya sudah ditangkap polisi semua kan," kata pengamat terorisme dari Yayasan Prasasti Perdamaian, Taufik Andrie, kepada detikcom, Kamis (24/6/2010).
Secara keseluruhan, teroris di Indonesia sebenarnya sudah tidak ada. Dalam arti teroris yang beraksi. Namun ideologinya masih terus ada dan berkembang.
"Yang namanya ideologi itu kan tidak bisa mati. Itu selalu dijaga dan berkembang terus dari waktu ke waktu," jelasnya.
Menurut Taufik, buron-buron teroris yang berada di level atas memang ada beberapa yang belum ditangkap seperti Zulkarnain dan Umar Patek. Namun keduanya juga sampai sekarang tidak pernah kedengaran lagi gerakannya di kalangan mujahidin.
"Kalau kita lihat Zulkarnain, Umar Patek juga sekarang tidak pernah beraksi lagi. Di Indonesia sih sudah clear. Mudah-mudahan seperti itu," ujarnya.
Taufik mengatakan, seperti Sunata yang sebenarnya posisinya tidak begitu tinggi dibanding Zulkarnain sendiri. Sunata bergerak menjadi salah satu pemimpin di Aceh karena sudah tidak ada pemimpin lain yang bisa. Sunata juga dikenal mampu memanajemen pelatihan militer karena latar belakangnya sebagai komandan Kompak di Ambon dahulu.
"Dia disegani. Dia punya kepemimpinan yang bagus, mampu membuat pelatihan militer. Itu nggak mudah. Dia bergerak karena sudah tidak ada pemimpin lain saja," ungkapnya.
(gus/nrl)











































