"Karangan bunga dari Ibu Mega sudah datang," ujar adik Atin, Aminah, Kamis (24/6/2010).
Menurut Aminah, Puan Maharani, putri Megawati juga mengirimkan bunga. Selain itu ada juga karangan bunga sebanyak 12 antara lain dari Sekjen PDIP dan Wakil Sekjen PDIP.
Aminah menambahkan, belum ada kepastian apakah Mega akan melayat. Namun tanpa Mega, pemakaman Atin akan tetap dilakukan sekitar pukul 11.00 WIB.
"Katanya Ibu Mega mau datang. Tapi datang atau nggak datang, kita mau kuburin jenazah pukul 11.00 WIB," tuturnya.
Atin meninggal dunia Rabu 23 Juni pada pukul 19.00 WIB. Dia meninggal akibat pendarahan otak dan dirawat di RSCM.
Atin bersama suaminya, Imam Wahyudi, adalah dua dari 43 peserta gerak jalan PDIP yang diserempet pengemudi Terios, Kai Fin Tanoto, pada Minggu 20 Juni sekitar pukul 09.00 WIB. Saat itu peserta gerak jalan berada di posisi 100 meter menjelang finish di Pintu Barat Senayan. Tiba-tiba muncul Terios hitam yang kehilangan kendali dan menabrak para peserta gerak jalan berkaos merah tersebut.
Atin, warga Srengseng Sawah, menderita luka terparah. Dia mengalami pendarahan otak. Semula dia dirawat di RSAL Mintohardjo sebelum akhirnya dirujuk ke RSCM. Saat ini kondisinya kritis dan hanya bergantung pada obat/alat medis. Sedangkan Imam menderita patah tulang belakang dalam insiden itu.
Sementara Kai Fin dirawat di RS PIK, Jakarta Utara, karena menderita luka. Polisi menyatakan, saat kejadian, Kai Fin tidak sedang sehat. Tetangganya di Taman Sari menyebutkan Kai Fin memiliki kelainan mental. Polisi telah menetapkan status tersangka pada pria 37 tahun yang memiliki SIM pada 2008 itu. (nik/nrl)











































