PNBK Minta Kapolri Tindak Pelaku Kekerasan di Makassar
Minggu, 02 Mei 2004 07:48 WIB
Jakarta -
Ketua Umum Partai Nasional Banteng Kemerdekaan (PNBK) Erros Djarot meminta Kapolri untuk menindak tegas anakbuahnya atas peristiwa di UMI Makassar. Dia juga meminta mahasiswa untuk melepaskan polisi yang diduga disandera mahasiswa."Sangat disesalkan tindakan kekerasan dari kedua belah pihak, utamanya yang dilakukan polisi yang bertindak di luar batas prikemanusiaan da di luar batas dalam pengamanan yang proporsional dan profesional," jelas Erros Djarot dalam rilisnya kepada detikcom, Minggu (2/5/2004).Untuk itu, Erros mendesak agar Kapolri menindak pelaku kekerasan di luar batas yang dilakukan personel polisi dalam penyerbuan ke UMI Makassar. Pemukulan dibagian kepala oleh para personel polisi, termasuk membenturkan kepala ke balok kayu tangga merupakan tindakan yang disesalkan dan tidak dibenarkan."Tindakan itu emosional dan cenderung brutal itu sangat merugikan Polri, yang dalam kasus Bom Bali telah megukir rekor sejarah membanggakan," kata Erros lagi.Erros juga mengharapkan kepada para mahasiswa untuk melepaskan polisi yang diduga oleh pihak kepolisian disandera. Selain itu meminta semua pihak untuk mencanangkan anti kekerasan.
(zal/)










































