Budaya Timur Terkikis, Individualisme Meningkat

Sidang Nenek 72 Tahun

Budaya Timur Terkikis, Individualisme Meningkat

- detikNews
Kamis, 24 Jun 2010 07:08 WIB
Budaya Timur Terkikis, Individualisme Meningkat
Jakarta - Proses sidang atas terdakwa nenek Marsiyah (72), telah usai dengan putusan 1 bulan penjara dengan masa percobaan 2 bulan. Drama keadilan ini dinilai menunjukkan terkikisnya budaya timur bangsa Indonesia dan meningkatnya sikap individualisme masyarakat.

"Ini menunjukkan budaya timur yang selama ini menjadi budaya Bangsa Indonesia terkikis," kata sosiolog Universitas Indonesia (UI), Musni Umar, saat berbincang dengan detikcom, Rabu,(23/6/2010).

Dalam kasus tersebut, hakim akhirnya mengetok palu dan menyatakan Marsiyah bersalah dalam pengeroyokan, namun hakim tidak akan membui Marsiyah. Sementara pelapor, Febriyanti (23) yang juga adik menantunya tetap menutup pintu maaf.

"Padahal, budaya Indonesia kan harusnya kekeluargaannya tinggi. Seharusnya, masalah ini cukup diselesaikan di keluarga tidak perlu sampai ke pengadilan. Ini menunjukan budaya individualis masyarakat kita," bebernya.

Dia menilai, terkikisnya budaya timur ini akibat berbagai faktor seperti gempuran globalisasi dan proses imitasi dari informasi yang di dapat. Seharunya, pranata sosial yang ada harus bisa mencegah proses degradasi budaya tersebut. "Sekarang, cenderung orang mencontoh apa yang dilihat. Sedikit-sedikit melihat berita kekerasan lantas masyarakat mencontoh," tegasnya.

Padahal, proses pengadilan bukan sumber pemecah hukum. Dalam masyarakat ketimuran, permasalahan keluarga sebaiknya diselesaikan di lingkungan masyarakat atau lewat pemuka agama atau adat. "Kuatkan kembali pranata sosial masyarakat seperti pemuka agama dan ketokohan masyarakat. Toh, kalaupun masuk pengadilan, tidak semua unsur keadilan tercapai," ujarnya.

(asp/rdf)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads