AMP Palembang Kutuk Peristiwa UMI Makassar

AMP Palembang Kutuk Peristiwa UMI Makassar

- detikNews
Minggu, 02 Mei 2004 00:06 WIB
Palembang - Sejumlah kekuatan prodemokrasi di Palembang yang tergabung dalam Aliansi Prodemokrasi untuk Masyarakat Sipil (APM) mengutuk tindakan polisi atas mahasiswa Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar. Mereka menilai polisi tak mengerti demokrasi. "Aparat polisi tampaknya belum mengerti betul demokrasi. Dan seharusnya mereka mengamankan keadaan bukan melakukan kekerasan," kata aktifis Humanika Sumsel Firdaus Hasbullah kepada detikcom seusai menghadiri pertemuan di kantor DPC PNBK Palembang, Jl. KH. A Dahlan, Sabtu (1/5/2004) malam. "Jadi, tindakan aparat polisi itu jelas pantas dikutuk," tambahnya. Selain Firdaus, malam tadi yang mengadakan pertemuan adalah perwakilan dari DPC PNBK Palembang, Balai Pemantau dan Penguatan Partisipasi Politik (BalTIK), Lembaga Analisis Informasi (LAI), dan sejumlah aktifis mahasiswa di Palembang. Mereka menyusun pernyataan sikap yang disampaikan melalui Aliansi Prodemokrasi untuk Masyarakat Sipil (APM). Di dalam pernyataan sikap AMP itu selain mengutuk tindakan aparat polisi terhadap mahasiswa UMI Makassar juga mendesak masyarakat untuk tetap berjuang menegakan demokrasi yang berpihak pada masyarakat sipil. Mereka mengingatkan masyarakat terhadap bahaya kebangkitan kekuatan Orde Baru dan militerisme di Indonesia. "Kami menghimbau agar masyarakat tetap menjaga agenda reformasi dan jangan terjebak dengan politik kaum Orba dan militer yang merusak persatuan dan demokrasi di Indonesia," tulis mereka. Menurut Tommy Indriadi Agustian dari PNBK, mereka juga akan melakukan aksi solidaritas. "Kita juga berencana melakukan aksi, besok atau Senin-lah," kata Tommy. (zal/)


Berita Terkait