Kapolwiltabes Makassar Dicopot

Buntut Polisi Serbu Kampus UMI

Kapolwiltabes Makassar Dicopot

- detikNews
Sabtu, 01 Mei 2004 20:45 WIB
Jakarta - Buntut aksi penyerangan anggota polisi ke Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Sulawesi Selatan, Kapolwiltabes Makassar Kombes Pol Jose Rizal Effendi dicopot. Lagi-lagi, Kapolri Jenderal Pol Da'i Bachtiar meminta maaf atas peristiwa bentrokan yang mengakibatkan 65 mahasiswa luka dan satu orang mengalami luka tembak.Sementara itu, sejumlah anggota polisi yang terlibat langsung dalam bentrokan diperiksa dan ditahan di Mapolda Sulawesi Selatan. Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Paiman dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jakarta, Sabtu (1/5/2004) menyatakan, peristiwa bentrokan dan penyerangan ke kampus UMI memang berada di bawah komando kendali Kapolwiltbes Makassar Kombes Pol Jose Rizal Effendi. Karena penyerangan ke kampus UMI tersebut di bawah komando Kapoltabes untuk itu yang bersangkutan di copot dan rencananya akan digantilah oleh Wakil Kapoltabes Makassar. "Hinga kini cukup banyak anggota polisi yang terlibat dalam aksi kekerasan siang tadi sedang diperiksa, mungkin ada 20 orang yang terlibat langsung dan mereka akan ditahan," kata Paiman.Paiman juga menyatakan bahwa Kapolri Jenderal Pol Da'i Bachtiar telah memerintahkan pengiriman Tim Penyidik ke Makassar yang terdiri dari Divisi Profesi dan Pengamanan Mabes Polri. Rencananya, Minggu (2/5/2004) subuh akan segera diberangkatkan ke Makassar.Selain itu, lanjut Paiman, Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol Jusuf Manggabarani juga sedang dalam penilaian pihak Mabes Polri. "Apakah Kapolda akan dicopot atau tidak, itu wewenang pimpinan. Kami sangat prihatin, dalam arti kekerasan dan arogansi anggota sangat kami sesalkan. Saya atas nama Kapolri menyampaikan permohonan maaf kepada mahasiswa Unhas dan UMI," jelasnya.Paiman juga menjelaskan kronologis penyerangan, sekitara pukul 12.30 WITA di mana saat itu 30 mahasiswa Unhas dan UMI yang dipimpin Herdiansyah (mahasiswa FH UMI) berujuk rasa di depan Kantor KPUD Makassar. Para mahasiswa melakukan demo menentang calon presiden yang berasal dari mantan militer. Unjuk rasa sendiri sempat diwarnai pembakaran baju dan atribut militer. Saat itu, polisi melakukan penangkapan dan terjadi aksi kejar-kejaran antara polisi dan mahasiswa. Mahasiswa yang hendak ditangkap lari kampus UM, lalu terjadilah bentrokan. Selama unjuk rasa dan penyerangan, Kapoltabes Makassar memang memimpin 2 SSK untuk mengantisipasi unjuk rasa, tapi tidak semua yang masuk menyerbu kampus UMI. Ketika aksi penangkan terhadap mahasiswa, ternyata sejumlah mahasiswa juga melakukan penyanderaan kepada anggota polisi yang sudah pulang dinas. "Mahasiswa yang terlibat pembakaran dan pelemparan juga diperiksa, yang tercatat ada 65 mahasiswa yang terluka pukulan oleh pentungan polisi. Selain itu ada sejumlah polisi yang juga dirawat di rumah sakit," kata Paiman. (zal/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads