Suami Telepon, Ikhlaskan Jika Atin Akan Pergi

Korban Gerak Jalan PDIP

Suami Telepon, Ikhlaskan Jika Atin Akan Pergi

- detikNews
Rabu, 23 Jun 2010 16:24 WIB
Suami Telepon, Ikhlaskan Jika Atin Akan Pergi
Jakarta - Imam Wahyudi, sudah menelepon istrinya yang sedang terbaring tak sadarkan diri, Atin Suarsih (47), peserta gerak jalan PDIP yang diserempet Kai Fin Tanoto. Imam mengikhlaskan jika Atin akan pergi.

"Imam sudah bicara dengan istrinya di HP. Dia sudah ikhlas dan rela. Katanya, kalau mau pergi, pergi saja," ujar adik Atin, Aminah, Rabu (23/6/2010). Aminah saat ini sedang membaca doa untuk Atin di ruang ICU RSCM. Atin dan Imam dirawat terpisah. Atin di RSCM, sedangkan Imam yang patah tulang, terbaring di RSAL Mintohardjo.

Menurut Aminah, tak ada respons dari Atin. "Atin nggak ada reaksi, sudah kaku. Dokter juga sudah menyerahkan semuanya pada Tuhan. Kata dokter tinggal tunggu waktu. Kondisinya sudah turun semua," tutur Aminah tabah.

Aminah menambahkan, keluarganya sudah berkumpul di RSCM. Sedangkan dua anak Atin sedang dalam perjalanan usai menjenguk ayahnya di RSAL Mintohardjo.

"Sudah pada kumpul, suami saya, keponakan," jelasnya.

Atin dan Imam adalah dua dari 43 peserta gerak jalan PDIP yang diserempet pengemudi Terios, Kai Fin Tanoto, pada Minggu 20 Juni sekitar pukul 09.00 WIB. Saat itu peserta gerak jalan berada di posisi 100 meter menjelang finish di Pintu Barat Senayan. Tiba-tiba muncul Terios hitam yang kehilangan kendali dan menabrak para peserta gerak jalan berkaos merah tersebut.

Atin, warga Srengseng Sawah, menderita luka terparah. Dia mengalami pendarahan otak. Semula dia dirawat di RSAL Mintohardjo sebelum akhirnya dirujuk ke RSCM. Sedangkan Imam menderita patah tulang belakang dalam insiden itu.

(nik/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads