Adnan Buyung Bicara Todung, Jimly dan Andi Nurpati

Adnan Buyung Bicara Todung, Jimly dan Andi Nurpati

- detikNews
Rabu, 23 Jun 2010 16:02 WIB
Adnan Buyung Bicara Todung, Jimly dan Andi Nurpati
Jakarta - Mantan anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Adnan Buyung Nasution meminta sejumlah pejabat publik yang akan bergabung ke partai politik atau ke lembaga lainnya segera mundur dari jabatannya. Hal itu berkaitan dengan integritas seseorang pemimpin.

"Ini masalah integritas. Sejauh mana pimpinan kita memiliki integritas," ujar Buyung usai peluncuran 'Constitution Centre Adnan Buyung Nasution' di Hotel Acacia, Jl Kramat Raya, Jakarta, Rabu (23/6/2010).

Buyung mencotohkan rekan seprofesinya Todung Mulya Lubis yang hendak menjadi anggota Dewan Pertimbangan Partai Demokrat (PD). Padahal Todung saat ini masih menjabat anggota Panitia Seleksi (Pansel) pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Harus mengundurkan diri dari sekarang. Jangan menunggu dipilih di sana (PD) baru dia mengundurkan diri," paparnya.

Menurut Buyung, pengumuman pengunduran diri harus segera dilakukan. Jangan sampai menimbulkan pertanyaan publik.

"Apalagi sudah sempat ikut rapat bersama SBY. Dia harus memberikan contoh, masa mau menggantung terus di Pansel KPK," imbuhnya.

Sama halnya dengan Todung, Buyung juga menyarankan penggantinya di Wantimpres Jimly Asshidiqie untuk segera mundur dari keanggotaannya jika akan mengajukan diri sebagai calon pimpinan KPK.

"Jimly sudah ditegur Presiden. Dia anggota Wantimpres seharusnya memahami etika dan moral. Sebaiknya dia mundur dulu baru mencalonkan diri ke KPK. Sampai sekarang rupanya dia masih bingung," jelas Buyung.

Sebagai senior, Buyung sebelumnya sudah pernah mencegah dan melarang Jimly untuk mencalonkan diri ke KPK. "Saya berani ngomong di depan umum karena saya sudah pernah sampaikan ke dia," paparnya.

Buyung juga mengomentari soal anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Andi Nurpati yang bergabung menjadi pengurus PD. "Menurut saya orang tidak bermoral harus dipecat biar ada pembelajaran bagi masyarakat," tukasnya.

(mpr/nwk)


Berita Terkait