Jenderal McChrystal Siap Mengundurkan Diri

Heboh Artikel Rolling Stone

Jenderal McChrystal Siap Mengundurkan Diri

- detikNews
Rabu, 23 Jun 2010 15:01 WIB
Jenderal McChrystal Siap Mengundurkan Diri
Washington - Panglima militer AS di Afghanistan, Jenderal Stanley McChrystal siap untuk mengundurkan diri menyusul artikel menghebohkan yang dimuat majalah Rolling Stone. Niat pengunduran diri jenderal bintang empat itu diungkapkan oleh sumber Pentagon.

Menurut sumber Pentagon tersebut seperti diberitakan CNN, Rabu (23/6/2010), McChrystal kemungkinan akan mengajukan pengunduran dirinya pada Rabu, 23 Juni waktu setempat saat pertemuan dengan Presiden AS Barack Obama.

Dalam pertemuan itu, Obama akan meminta McChrystal menjelaskan soal komentar-komentar buruknya dalam artikel menghebohkan itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seorang pejabat keamanan nasional mengatakan, McChrystal siap mengundurkan diri jika Obama telah kehilangan kepercayaan padanya.

Artikel menghebohkan tersebut berjudul "The Runaway General". Komentar-komentar yang dilontarkan McChrystal dan stafnya sangat berani. Bukan cuma menghina Wakil Presiden AS Joe Biden dan pejabat-pejabat AS lainnya, namun McChrystal dan para pembantunya juga meremehkan Obama.

Mengutip para pembantu McChrystal, majalah musik Rolling Stone menyebut seorang pembantu Obama sebagai "badut" dan seorang lainnya sebagai "binatang terluka".

Jenderal McChrystal juga melontarkan komentar yang meremehkan Wakil Presiden AS Joe Biden dan Utusan Khusus Pemerintah AS untuk Afghanistan dan Pakistan Richard Holbrooke.

"Apa kamu bertanya soal Wakil Presiden Biden?" kata McChrystal sembari tertawa. "Siapa itu?" ejeknya. Kemudian seorang penasihat McChrystal ikut mengolok-olok Biden. "Biden?" tanyanya. "Apa kamu bilang: Gigit Saya? (Bite Me?)"

Dalam artikel itu, McChrystal dan para pembantunya juga meremehkan Obama. Dituliskan Rolling Stone, McChrystal pertama kali bertemu dengan Obama seminggu setelah pelantikan sebagai Presiden AS. Pertemuan itu terjadi di markas Pentagon bersama lusinan pejabat militer senior.

Menurut sumber-sumber yang familiar soal pertemuan itu, McChrystal menilai Obama terlihat "tidak nyaman dan terintimidasi" oleh pejabat-pejabat militer yang memenuhi ruangan.

(ita/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads