Juru bicara Gedung Putih Robert Gibbs telah memberikan salinan artikel tersebut pada Obama. "Saya memberikan dia (Obama) salinan artikel itu kemarin malam, dan dia marah," kata Gibbs seperti diberitakan Reuters, Rabu (23/6/2010).
Dalam konferensi pers itu, Gibbs pun tak bisa menyembunyikan kekesalannya pada McChrystal. "Tanpa diragukan lagi, seperti yang telah dikatakan Menteri Gates (Menteri Pertahanan Robert Gates), dia telah melakukan kesalahan yang sangat besar," cetus Gibbs.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Maksud pemanggilan dia (McChrystal) ke sini adalah untuk melihat apa yang sedang dipikirkannya," kata Gibbs. Ditegaskan Gibbs, perang AS di Afghanistan "lebih besar daripada satu orang ini."
Artikel menghebohkan tersebut berjudul "The Runaway General". Komentar-komentar yang dilontarkan McChrystal dan stafnya sangat berani. Bukan cuma menghina Wakil Presiden AS Joe Biden dan pejabat-pejabat AS lainnya, namun McChrystal dan para pembantunya juga meremehkan Obama.
Mengutip para pembantu McChrystal, majalah musik Rolling Stone menyebut seorang pembantu Obama sebagai "badut" dan seorang lainnya sebagai "binatang terluka".
Jenderal McChrystal juga melontarkan komentar yang meremehkan Wakil Presiden AS Joe Biden dan Utusan Khusus Pemerintah AS untuk Afghanistan dan Pakistan Richard Holbrooke.
"Apa kamu bertanya soal Wakil Presiden Biden?" kata McChrystal sembari tertawa. "Siapa itu?" ejeknya. Kemudian seorang penasihat McChrystal ikut mengolok-olok Biden. "Biden?" tanyanya. "Apa kamu bilang: Gigit Saya? (Bite Me?)"
Dalam artikel itu, McChrystal dan para pembantunya juga meremehkan Obama. Dituliskan Rolling Stone, McChrystal pertama kali bertemu dengan Obama seminggu setelah pelantikan sebagai Presiden AS. Pertemuan itu terjadi di markas Pentagon bersama lusinan pejabat militer senior.
Menurut sumber-sumber yang familiar soal pertemuan itu, McChrystal menilai Obama terlihat "tidak nyaman dan terintimidasi" oleh pejabat-pejabat militer yang memenuhi ruangan.
(ita/nrl)











































