"Kita sudah agendakan, tapi ditolak. Mereka (pengusaha) keberatan karena jadwal pengiriman barang terganggu," kata Kasi Laka Polda Metro Jaya Kompol Herman Ruswandi kepada detikcom, Rabu (23/6/2010).
Herman mengatakan, pengusaha beralasan pengaturan jadwal masuk truk ke jalan tol akan melumpuhkan bisnis mereka. Karena pengiriman barang sering dilakukan di pagi hari saat jam sibuk.
"Transaksinya jatuh di hari Senin, misalnya pagi. (Jika diatur) Ini akan melumpuhkan usahanya," jelas Herman.
Sudah bukan rahasia lagi, banyak kasus kemacetan di jalan tol yang disebabkan oleh truk. Ada yang pecah ban, mogok, tersangkut, terguling, rem blong, muatan berceceran, dan banyak lagi. Bila insiden terjadi, ukuran truk yang lebih besar daripada kendaraan biasa menyebabkan badan jalan menjadi menyempit sehingga terjadilah kemacetan panjang seperti yang terjadi di tol Jakarta-Tangerang pada Selasa (22/6).
Β
Sedangkan Rabu (23/6/2010) pagi ini, insiden yang serupa juga terjadi. TMC Ditlantas Polda Metro Jaya pada pukul 07.32 WIB menulis telah terjadi kecelakaan truk pengangkut semen dan truk pengangkut gula pasir di KM 19 tol Cawang ke arah Cikampek. Lalu lintas padat sejak KM 9. Pada pukul 07.46 WIB, truk pecah ban di KM 3 Tol Cawang mengarah ke Priok. Lalu lintas juga parkir. (gus/nrl)











































