Komentar-komentar yang dilontarkan sangat berani. Bukan cuma menghina Wakil Presiden AS Joe Biden dan pejabat-pejabat AS lainnya, namun McChrystal dan para pembantunya juga meremehkan Obama.
Mengutip para pembantu McChrystal, majalah musik Rolling Stone menyebut seorang pembantu Obama sebagai "badut" dan seorang lainnya sebagai "binatang terluka".
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Apa kamu bertanya soal Wakil Presiden Biden?" kata McChrystal sembari tertawa. "Siapa itu?" ejeknya. Kemudian seorang penasihat McChrystal ikut mengolok-olok Biden. "Biden?" tanyanya. "Apa kamu bilang: Gigit Saya? (Bite Me?)"
Dalam artikel bertajuk 'The Runaway General' itu, McChrystal dan para pembantunya juga meremehkan Obama. Dituliskan Rolling Stone, McChrystal pertama kali bertemu dengan Obama seminggu setelah pelantikan sebagai Presiden AS. Pertemuan itu terjadi di markas Pentagon bersama lusinan pejabat militer senior.
Menurut sumber-sumber yang familiar soal pertemuan itu, McChrystal menilai Obama terlihat "tidak nyaman dan terintimidasi" oleh pejabat-pejabat militer yang memenuhi ruangan.
McChrystal juga meremehkan tatap muka pertamanya dengan Obama di Ruang Oval, Gedung Putih, empat bulan kemudian. Menurut jenderal tersebut pertemuan itu tak lebih sebagai sesi foto.
"Itu sesi foto 10 menit," kata seorang penasihat McChrystal. "Obama jelas tidak tahu apapun soal dia (McChrystal), siapa dia... Bos sangat kecewa," tuturnya.
Gara-gara artikel tersebut, Pentagon mengecam keras McChrystal dan para pembantunya. Menteri Pertahanan AS Robert Gates mencetuskan McChrystal telah melakukan kesalahan besar. Saat ini beredar rumor bahwa Obama bakal memecat McChrystal dari jabatannya sebagai panglima militer AS dan NATO di Afghanistan. (ita/nrl)











































