"Ketika diumumkan langsung oleh Ketum Anas Urbaningrum dan Sekjen Edhie Baskoro, di mana Andi Nurpati dan nama-nama lainnya masuk jadi pengurus harian DPP PD, saat itu sudah resmi," kata Wasekjen PD Ramadhan Pohan saat dihubungi detikcom, Rabu (23/6/2010).
"Sejak itu Ibu Andi sudah bisa langsung mundur di KPU dan bekerja full sebagai ketua departemen," imbuh Ramadhan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ramadhan menyarankan lebih baik Andi Nurpati jangan berlama-lama mundur dari KPU. Sehingga masalah ini tidak terus-terusan diperdebatkan.
"Baiknya Andi Nurpati jangan berlama-lama. Segera saja mundur dari KPU. Jika ini berlarut-larut tak jelas, semua dirugikan dan tak mendapat maslahat apa pun, baik bagi Andi Nurpati, KPU, Demokrat dan publik," kata mantan Pemred Harian Jurnal Nasional tersebut.
Dia menambahkan, kasihan KPU terus-terusan disorot soal independensinya. Demokrat pun, imbuhnya sebenarnya juga tidak layak untuk dicaci-maki.
"Kasihan KPU bakal disorot terus independesinya jika Andi Nurpati tak juga mundur. PD juga tak layak dicibir atas soal ini, karena 'bola' persoalan ada pada Andi sendiri," ujar anggota DPR Komisi I ini.
Dia berharap, polemik soal Andi Nurpati hari ini selesai dan tidak perlu berlarut lagi. Jika tidak ada ketegasan dan kejelasan dari Andi, Demokrat akan mempertimbangkan lagi jabatan untuk anggota KPU tersebut.
"Kalau tidak ada ketegasan dan kejelasan dari Ibu Andi Nurpati, daripada menimbulkan kegelisahan panjang KPU dan publik, kami terpaksa merasa perlu mempertimbangkan lagi ihwal ketepatan posisi dan jabatan Bu Nurpati di Demokrat," tegas Ramadhan.
(anw/nrl)










































