Suami Rela Alat Bantu Dilepas dari Tubuh Atin

Korban Gerak Jalan PDIP

Suami Rela Alat Bantu Dilepas dari Tubuh Atin

- detikNews
Rabu, 23 Jun 2010 09:51 WIB
Suami Rela Alat Bantu Dilepas dari Tubuh Atin
Jakarta - Atin Suarsih (47), peserta gerak jalan PDIP yang diserempet Kai Fin Tanoto kritis di RSCM. Hidupnya bergantung pada obat dan alat yang dipasang di tubuhnya.

Rencananya, siang ini alat-alat tersebut akan dilepaskan dari tubuh Atin. Suami Atin, Imam Wahyudi, yang juga menderita patah tulang belakang dalam insiden yang sama, sudah merelakan keputusan tersebut.Β 

"Suaminya sudah rela dan ikhlas," kata Adik Atin, Aminah, saat ditemui di RSCM, Jl Diponegoro, Jakarta Pusat, Rabu (23/6/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Aminah, seminggu sebelum terjadi peristiwa tersebut, Atin pernah memuji suaminya sebagai orang yang sangat baik.

"Dia bilang, dia takut kalau tidak ada suaminya. Tidak bisa berpisah dengan suaminya," kata Aminah.

Karena itu, Aminah meminta keponakannya (anak Atin) untuk memberikan hand phone kepada ayahnya yang saat ini terbaring di RSAL Mintohardjo. Ia berharap Atin bisa mendengarkan suara suaminya sebelum alatnya dilepas.

"Siapa tahu dia bisa dengar suara suaminya kalau-kalau terjadi apa-apa," ujarnya sendu.

Atin dan Imam adalah dua dari 43 peserta gerak jalan PDIP yang diserempet pengemudi Terios, Kai Fin Tanoto, pada Minggu 20 Juni sekitar pukul 09.00 WIB. Saat itu peserta gerak jalan berada di posisi 100 meter menjelang finish di Pintu Barat Senayan. Tiba-tiba muncul Terios hitam yang kehilangan kendali dan menabrak para peserta gerak jalan berkaos merah tersebut.

Atin, warga Srengseng Sawah, menderita luka terparah. Dia mengalami pendarahan otak. Semula dia dirawat di RSAL Mintohardjo sebelum akhirnya dirujuk ke RSCM.
(nrl/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads