Obama Panggil Jenderal AS Untuk Jelaskan Komentarnya di Rolling Stone

Obama Panggil Jenderal AS Untuk Jelaskan Komentarnya di Rolling Stone

- detikNews
Rabu, 23 Jun 2010 09:32 WIB
Obama Panggil Jenderal AS Untuk Jelaskan Komentarnya di Rolling Stone
Washington - Gedung Putih memanggil jenderal besar AS di Afghanistan, Stanley McChrystal, untuk pulang ke AS. Presiden AS Barack Obama akan meminta jenderal tersebut menjelaskan komentar buruknya mengenai pemerintahan Obama.

Langkah ini dilakukan sehari setelah Jenderal McChrystal meminta maaf terkait komentar para pembantunya dalam artikel yang dimuat edisi terbaru majalah musik Rolling Stone.

Dalam artikel itu, para pembantu McChrystal mengatakan bahwa jenderal itu meremehkan pertemuan pertamanya dengan Obama di Ruang Oval, Gedung Putih, sebagai tak lebih dari kesempatan berfoto bersama selama 10 menit.

McChrystal menjabat sebagai panglima militer AS dan NATO di Afghanistan. Saat ini berhembus spekulasi bahwa dia mungkin dipecat gara-gara komentar tersebut.

Menurut seorang pejabat keamanan AS yang enggan disebutkan namanya, Menteri Pertahanan AS Robert Gates telah berbicara dengan McChrystal pada Senin, 21 Juni waktu setempat. Namun dia tidak bersedia menjelaskan soal pembicaraan tersebut.

Ketika ditanya apakah McChrystal akan dipecat, pejabat keamanan AS mengatakan: "Ini langkah yang signifikan, untuk menarik seorang panglima dari lokasi," tuturnya seperti dilansir Reuters, Rabu (23/6/2010).

"Yang jelas Presiden ingin melakukan pembicaraan. Kita akan lihat bagaimana setelah itu," kata pejabat tersebut.

Dalam artikel di Rolling Stone tersebut, para pembantu McChrystal juga mengecam pandangan Wakil Presiden AS Joe Biden, yang lebih menyukai pendekatan yang jauh lebih terbatas di Afghanistan dibandingkan pendekatan yang dianjurkan McChrystal.

Dalam statemennya, McChrystal telah meminta maaf atas hal tersebut. "Saya menyampaikan permohonan maaf tulus saya. Itu kesalahan yang mencerminkan penilaian buruk dan seharusnya tak pernah terjadi," kata McChrystal.

McChrystal diperkirakan akan segera bertolak meninggalkan Kabul, Afghanistan untuk menuju Washington. (ita/nrl)


Berita Terkait