"Sekarang kita tinggal nunggu obatnya habis aja," kata adik korban, Aminah saat berbincang dengan detikcom, Rabu (23/6/2010).
Aminah menjelaskan, tadi malam keluarga sudah berencana untuk melepaskan alat-alat dari tubuh Atin untuk merelakan kakaknya itu pergi. "Soalnya kasihan juga melihat dia tergantung sama alat dan obat," kata dia.
Namun, saat dokter akan melepaskan alat, kondisi Atin menunjukan kemajuan sehingga pencabutan alat urung dilakukan.
"Dokter juga tidak berani melepas alatnya kalau obatnya masih ada. Sekarang kita menunggu sampai obatnya habis," tuturnya.
Aminah menjelaskan, apabila obat yang diberikan habis namun kakaknya masih hidup, artinya ada keajaiban. Namun, bila saat obat habis kakaknya telah tiada, ia dan keluarga sudah rela dan ikhlas.
"Kita rela dan ikhlas, asalkan itu yang terbaik untuk dia," tutupnya.
Atin Suarsih merupakan peserta jalan sehat PDIP yang menjadi korban setelah mobil Terios milik Tan Kai Fin menabrak rombongan tersebut pada Minggu (20/6/2010). Selain Atin, suaminya Imam Wahyudi juga masih dirawat di Rumah Sakit Mintohardjo.
(anw/anw)











































