Ari Muladi Ngotot Yulianto Ada, Anggodo Minta Dihadirkan Ahli

Kasus Anggodo

Ari Muladi Ngotot Yulianto Ada, Anggodo Minta Dihadirkan Ahli

- detikNews
Selasa, 22 Jun 2010 20:14 WIB
Ari Muladi Ngotot Yulianto Ada, Anggodo Minta Dihadirkan Ahli
Jakarta - Ari Muladi tetap berkeyakinan Yulianto yang dititipi uang untuk menyuap pimpinan KPK adalah sosok nyata. Bahkan Ari sanggup untuk menggambarkan ciri-ciri Yulianto.

Namun, Anggodo Widjojo tidak yakin sosok Yulianto yang diakui Ari Muladi itu benar adanya. Anggodo minta majelis hakim menghadirkan ahli untuk menggambarkan Yulianto.

"Sidang berikutnya kami minta dihadirkan ahli yang bisa menggambarkan Yulianto berdasarkan keterengan saksi," kata salah satu kuasa hukum Anggodo, Teguh Samudera dalam persidangan di Pengadilan Tipikor, Jl Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Selasa (22/6/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kuasa hukum Anggodo tidak percaya begitu saja pengakuan Ari karena meyakini Yulianto fiktif.

"Ini supaya dia nggak ngomong seenaknya (Yulianto) ada," imbuh Teguh.

Ketua majelis hakim Tjokorda Rai sebelumnya menanyakan kepada Ari Muladi soal sosok Yulianto yang diakuinya dititipi uang Angggodo Rp 5,1 miliar untuk diberikan kepada pimpinan KPK. Kepada hakim, Ari mengakui kalau Yulianto itu benar adanya.

Ari mengatakan, Yulianto adalah rekannya di Surabaya yang terbiasa membantu dirinya untuk mengurusi surat-surat perizinan terkait proyek yang dikerjakannya. "Sumpah demi Allah dia ada. Saya sering dibantu urus surat perizinan. Dia bisa membantu orang yang punya urusan dengan Kepolisian dan Kejaksaan," aku Ari.

Bahkan saat hakim menanyakan ciri-ciri fisik Yulianto, Ari sanggup menjelaskannya. Yulianto disebutnya orang yang selalu berpenampilan rapi. "Orang pribumi. Kulitnya bersih dan alis matanya lurus jadi seperti dikira tionghoa," beber Ari.

Yulianto diketahui bertempat tinggal di Perumahan Dharmahusada Indah. Namun,Β  Ari mengaku tidak bisa menemui rekannya itu lagi setelah kasus ini merebak. "Saya cari di tempat yang biasa dia ada di Surabaya, Jogja, Bali, nggak ketemu," kata Ari. Dia pun sudah tidak bisa menghubunginya lagi lewat telepon, karena ponselnya hilang saat salat Jumat di sebuah masjid. "Nomor dia ada di telepon saya," ungkapnya.

Sosok Yulianto ini mencuat terkait pengakuan Ari dalam keterangan di berita acara pemeriksaan (BAP). Ari mengaku telah menitipkan uang Rp 5,1 miliar kepada Yulianto untuk disampaikan kepada pimpinan KPK.

(Rez/anw)


Berita Terkait