Pasutri & Anak-anak Mencintai Indonesia

Pasutri WN Jepang Dibunuh

Pasutri & Anak-anak Mencintai Indonesia

- detikNews
Selasa, 22 Jun 2010 16:29 WIB
Jakarta - Pasangan suami istri warga negara Jepang, Yasuo Hara dan Mizue Hara, yang tewas dibunuh di Ciputat mencintai Indonesia. Begitu pula dengan ketiga anak mereka: Yuichiro, Chisato dan Mizuho.

Bahkan ketiganya menegaskan, kematian tragis kedua orangtua mereka tak akan mengubah ikatan yang kuat dan rasa cinta mendalam mereka pada Indonesia.

Dalam rilis pers Kedubes Jepang yang diterima detikcom, Selasa (22/6/2010), keluarga Hara menyampaikan sikap mereka atas peristiwa mengenaskan yang menimpa orangtua mereka.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Orangtua kami mencintai Indonesia dan jelas bahwa Indonesia mencintai mereka," kata Yuichiro Hara atas nama keluarga Hara.

"Kami, anak-anak mereka telah mencintai Indonesia. Dan kami masih mencintai Indonesia. Tragedi yang menimpa kami tidak mempengaruhi bagaimana perasaan kami akan negara yang hebat ini dan rakyatnya," kata Yuichiro dalam pernyataannya.

Anak-anak Hara juga menyampaikan ungkapan terima kasih untuk masyarakat Indonesia yang telah memberikan dukungan dan simpati. Juga kepada Kedubes Jepang dan para staf RS Fatmawati serta Filimon for All Churches (FFAC) dan Oasis Lestari Krematorium yang telah banyak membantu.

"Kata-kata saja tidak cukup untuk mengungkapkan bagaimana berterima kasihnya kami. Anda semua telah memberikan kemudahan bagi kami untuk mengurus banyak hal dalam mempersiapkan orangtua kami menuju perjalanan akhir mereka," tutur Yuichiro dalam statemennya.

Anak-anak Hara juga berterima kasih kepada pers Indonesia dan media Jepang yang berbasis di Jakarta.

Yasuo Hara (69) dan istrinya Mizue (67) menetap di Jakarta sejak tahun 1986. Di Jakarta, Yasuo membuka kantor perwakilan Satake Inc., produsen dan distributor penggilingan padi dan mesin pengolahan. Pada tahun 2000, Yasuo menjadi Direktur Urusan Budaya di Jakarta Japanese School (JJS).Sedangkan Mizue telah banyak terlibat dalam berbagai asosiasi komunitas, seperti Women's International Club, Indonesian Heritage Society dan International Community Activity Center (ICAC).Pasutri itu ditemukan tewas di kediaman mereka di Jombang Rawa Lele, RT 02 RW 06 Ciputat, Tangerang Selatan, pada Kamis malam tanggal 17 Juni. Kedua korban dibunuh mantan pembantunya Asep dan Iwan.
(ita/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads