Ketidakhadiran Presiden SBY saat pembukaan muktamar karena ada acara bersamaan ke luar negeri.
"Presiden SBY memang tidak hadir secara fisik, tapi akan membuka melalui teleconference. Mulai tanggal 24 Juni beliau ada lawatan ke luar negeri," kata salah satu Ketua PP Muhammadiyah Ir H Dasron Hamid, MSc kepada wartawan di kantor Jalan Cik Ditiro, Yogyakarta, Selasa (22/6/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat pembukaan muktamar lanjut Dasron, presiden dan rombongan sedang menjalankan umroh. Beliau akan mengikuti acara pembukaan setelah menjalankan salat subuh di Masjid Nabawi, Madinah sekitar pukul 06.00 waktu setempat. Acara pembukaan di Mandala Krida tanggal 3 Juli pukul 10.00 pagi.
"Beliau dari sana akan terus mengikuti acara tersebut," ungkapnya.
Dasron menjelaskan Presiden sebenarnya ingin menghadiri acara pembukaan, namun karena bersamaan jadwal kenegaraan kemudian ada dua pilihan yang diberikan. Pertama Presiden akan memberikan ceramah di hadapan peserta muktamar setelah acara pembukaan. Kedua, Presiden akan membuka melalui teleconference.
"PP akhirnya memilih dibuka melalui teleconference dari Madinah," tegas Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) itu.
Jadwal dan agenda muktamar juga telah disusun panitia sejak lama. Selain itu, PP Muhammadiyah juga menghendaki agar muktamar tetap dibuka oleh Presiden. Sedangkan acara penutupan akan ditutup oleh Wakil Presiden Boediono.
"Kehadiran Presiden untuk membuka itu karena mengikuti tatakrama kita untuk menghormati seorang kepala negara dan tidak ada hal-hal yang lain. Saat ini persiapan kita sudah 99 persen selesai. Waktu 10 hari tinggal menyelesaikan yang kurang-kurang saja," pungkas dia.
(bgs/nwk)










































