"Saya kenal dia pribadi tapi tidak dekat, karena beberapa kali ketemu di satu konvensi di Australia. Dan beberapa kali di lapangan tenis, itu pun beberapa jam saja. Tidak ada masalah pribadi, kalau ketemu ya biasa aja," cerita GM dalam jumpa pers di Kedai Tempo, Teater Utan Kayu (TUK), Jl Utan Kayu, Jakarta, Selasa (22/6/2010).
GM mengungkapkan, alasannya mengembalikan Bakrie Award dari Freedom Institute itu karena menilai Ical adalah tokoh politik dan tokoh bisnis yang banyak melakukan pelanggaran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penulis 'Caping' ini juga membantah jika pengembalian Bakrie Award karena ada titipan pihak-pihak tertentu untuk menyudutkan Aburizal Bakrie.
"Saya ini bukan messenger boy atau delivery pizza. Ini tidak ada yang nyuruh, tapi ini memang dari keinginan saya sendiri," tuturnya.
Meski demikian, GM mengucapkan terimakasih kepada teman-temannya yang ada di Freedom Institute yang pernah memberinya penghargaan itu plus uang tunai. Selain mengembalikan Bakrie Award, GM juga mengembalikan uang tunai yang telah diterimanya dulu senilai Rp 100 juta.
"Karena uangnya dulu sudah terpakai, saya kembalikan pakai uang pribadi," akunya.
(gun/nrl)











































