"Bagi saya memuncaknya itu waktu persoalan Sri Mulyani dan Boediono. Di mana mereka diserang dan dimanipulasi sedemikian rupa. Bukan masalah jabatan mereka tapi karena saya tahu mereka tidak bersalah, mereka dihukum dan dikorbankan dan saya tahu Bakrie ada di belakang itu semua," ujar GM saat jumpa pers di Kedai Tempo, Jl Utan Kayu, Jakarta Timur, Selasa (22/6/2010).
Selain itu, lanjut GM, yang memicu dirinya menyerahkan penghargaan itu adalah ketika mendengar pernyataan Aburizal Bakrie saat bertemu dengan para Blogger yang digelar di Wetiga, Jl Langsat, Kebayoran Baru, Selasa(1/6/).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lalu kenapa GM baru mengembalikannya setelah sekian lama, GM mengaku mencoba memberi kesempatan pada Aburizal untuk memperbaiki diri. Namun dirinya tidak melihat ada perubahan pada Aburizal.
"Sebenarnya saya berat dan sedih untuk mengembalikan ini karena saya tahu benar dibalik Bakrie Award itu ada niat baik. Namun dari apa yang dilakukan selama ini, ternyata tidak meredakan rasa kecewa saya. Saya butuh waktu 4 bulan dan berdiskusi dengan teman-teman untuk mengembalikan ini, akhirnya saya putuskan untuk mengembalikan award dan uangnya kemarin," paparnya.
"Langkah saya ini bukan berarti harus diikuti oleh orang lain. Karena niat saya ini adalah tidak ingin yang baik-baik itu jadi tertutup karena koreng orang yang tidak baik. Dengan pengembalian ini saya ingin ingatkan, jangan coba menutupkan yang borok dengan kebaikan melalui penghargaan yang seperti ini," lanjutnya.
(mpr/ndr)










































