"Setuju dan nggak setuju si, setuju kalau lagi pas ada tugas kuliah dan pulangnya malam, penambahan itu (jam oprasional) jadi berguna karena nggak harus takut seperti naik angkutan umum, tapi kalau lagi pulang cepet saya rasa itu nggak terlalu penting," kata Rara, mahasiswi pengguna TransJ saat ditemui detikcom di halte koridor 6, Dukuh Atas Jakarta, Selasa (22/6/2010).
Rara menyarankan, agar lebih efektif sebaiknya rencana pemberlakuan jam malam itu di ganti dengan penambahan armada saja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia juga berharap kalau sampai jam malam bus TransJ itu jadi diberlakukan, tidak ada penambahan biaya tiket. Kecuali ada fasilitas yang lebih baik dari yang sekarang, seperti Air Conditioner (AC) diperbaiki agar dingin.
Seorang karyawan di daerah Kuningan, Retno, juga tidak masalah dengan penambahan jam operasional yang diwacanakan oleh Kementerian Perhubungan. Namun akan lebih baik jika armada dan perputaran bus yang di benahi.
"Setuju aja, tapi apa iya ada pegawai kantor yang rela pulang jam 12 atau jam 11 biar busway kosong. Saya rasa sebaiknya armadanya dulu ajalah yang diperbanyak biar nggak numpuk disaat-saat jam kantor," jelas Retno.
Begitupula dengan Agung, seorang wiraswasta yang mempunyai toko di kawasan Atrium Senen, sangat berharap yang dibenahi sekarang ini adalah jumlah armada. Karena untuk beberapa halte yang berada dikawasan perkantoran sering mengantri karena padatnya penumpang.
"Saya nggak setuju, sebaiknya fasilitas kenyamanan dan armada aja yang diperbanyak. Biar kita nggak terlalu padat, kalau udah padat sama aja kaya naik angkutan umum biasa," ucap Agung.
(lia/ndr)










































