Pesawat tersebut hilang di kawasan hutan lebat di Afrika Barat pada Sabtu, 19 Juni lalu. Selain Talbot, ada 5 petinggi Sundance Resources Ltd, perusahaan pertambangan Australia di dalam pesawat tersebut. Seperti dikutip dari bloomberg.com, Selasa (22/6/2010), pesawat CASA C-212 bermesin ganda tersebut mengangkut 9 penumpang dan 2 kru pesawat
Menurut Menteri Komunikasi Kamerun, Issa Tchiroma Bakary tak satu pun dari 11 penumpang, yang ditemukan hidup. Pesawat itu dilaporkan hilang pada tanggal 19 Juni dalam penerbangan dari Yaounde ke Yangadou, Kongo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pesawat carteran tersebut hilang kontak tak lama setelah lepas landas. Pesawat tersebut bertolak dari Yaounde di Kamerun menuju Yangadou di Republik Kongo. Para penumpangnya dijadwalkan meninjau proyek tambang besi di Kamerun dan Kongo.
Puing-puing pesawat ditemukan sekitar 10 kilometer (6 mil) dari perbatasan Kamerun. Cuaca penuh kabut di sekitar area hutan menghambat pencarian tim penyelamat selama dua hari ini.
(ape/ape)











































