Tiga orang relawan yang diserahkan itu adalah Surya Fachrizal Aprianus (Sahabat Alaqsha-Hidayutullah), Nur Ikhwan Abadi dan Abdillah Onim (keduanya Mer-C). Tapi karena Surya yang tertembak pasukan Israel langsung dibawa ke RSPAD Gatot Subroto, maka hanya dua relawan yang hadir di kantor Kementerian Luar Negeri, Jl Pejambon, Jakarta.
Acara proses penyerahan dimulai pukul 17.00 WIB, Senin (21/6/2010). Di saat Nur dan Abdillah sedang menjawab pertanyaan wartawan, tiba-tiba Joserizal datang dan meminta dua relawan dari Mer-C itu untuk secepatnya meninggalkan ruangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kejengkelannya ini bermula dari kekecewaan rombongan Mer-C yang gagal menjemput langsung Surya, Nur dan Abdillah. Jose merasa Kemlu RI sudah 'menculik' relawannya setiba mereka di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang.
"Kami sudah siapkan 200 orang untuk menyambut dan sudah di bandara sejak 14.30 WIB. Kami mau bertemu dan menyambut anggota kami. Kami berterimakasih telah dibantu untuk pemulangannya, tapi nggak beginilah caranya. Hargai kami sebagai lembaga, hargai juga keluarga," papar Jose masih dengan nada jengkel.
Hampir setengah jam sebelumnya, Kemlu RI menyerahkan secara resmi tiga relawan ke pihak keluarga. Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik, Andri Hadi, di dalam sambutannya menyatakan terimakasih pemerintah kepada semua pihak yang telah membantu proses pemulangan relawan.
"Kepulangan ini jelas kebahagiaan bagi seluruh rakyat Indonesia. Kami juga minta maaf bila ada kekurangan dalam pemulangan tiga relawan yang menjalankan misi kemanusiaan ke Gaza," ujar Andri.
Samin Ginting, ayah Surya Fachrizal Aprianus, yang mewakili pihak keluarga juga menyatakan terimakasih terhadap bantuan pemerintah. Kasus penyerangan oleh militer Israel kepada rombongan relawan beberapa waktu lalu hendaknya tidak memadamkan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina.
"Anak saya walau terkena tembakan tetap semangat membantu rakyat Palestina," imbuh Ginting.
(lh/nrl)











































