Menteri Perumahan Rakyat, Suharso Monoarfa, selaku ketua panitia acara AMPCHUD menegaskan bahwa semua persiapan telah selesai dan menjamin sermua peserta akan lancar mengikuti semua proses acara. Menurut Suharso, kelancaran konferensi tersebut sangat penting mengingat pentingnya acara.
"Persoalan pemukiman perkotaan ini sangat penting karena saat ini di seluruh dunia telah terdapat 3,3 miliar jiwa yang tinggal di perkotaan. Diperkirakan pada tahun 2050 mendatang akan terdapat 6,4 miliar jiwa yang tinggal di perkotaan dan pada tahun 2020 akan terdapat 1,4 jiwa yang tinggal di kawasan kumuh perkotaan," ujar Suharso kepada wartawan di Solo, Senin (21/6/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hingga saat ini ini sudah terdapat 28 negara menyatakan akan mengirimkan delegasi dalam konferensi yang digelar setiap dua tahun sekali tersebut. Dari 28 negara itu, 14 negara diantaranya dipimpin langsung oleh pejabat menteri yang membidangi permukiman perkotaan di negara masing-masing. Selain itu, juga akan dihadiri sekitar 400 undangan dari berbagai lembaga di 68 negara Asia Pasifik.
Sedangkan tentang latar belakang pemilihan Solo sebagai tuan rumah, kata Suharso, karena kota tersebut dinilai mampu mengelola tata ruang dan pemukiman perkotaan dengan selaras dan melibatkan warga tanpa diwarnai konflik dan kekerasan.
"Kota Solo mampu menunjukkan keberhasilan yang gemilang dalam melakukan penataan kawasan permukiman di bantaran sungai, penataan pasar-pasar tradisional dan juga penataan PKL dengan sangat baik. Pemindahan PKL bukan diiringi bentrok dan konflik, tapi justru dengan pawai atau arak-arakan yang sangat meriah karena semua pihak merasa lega," ujar Suharso.
Walikota Surakarta, Joko Widodo, yang juga bertindak sebagai salah satu wakil ketua panitia AMPCHUD ketiga mengatakan semua peserta AMPCHUD akan diajak ke beberapa lokasi bekas pemukiman kumuh dan PKL, tempat relokasi serta pembangunan pemukiman lainnya. Selain itu peserta juga akan disuguhi dengan maraknya Solo Batik Karnival (SBC) ketiga yang akan digelar pada 23 Juni nanti.
(djo/djo)











































