"Victor hingga saat ini belum ditemukan. Kita sedang melacak sinyal HP, melalui BTS," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Boy Rafli Amar di Polda Metro Jaya, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin (21/6/2010).
Menurut Boy, jika nomor pelaku menyala terus, polisi bisa melacak. Namun pelaku umumnya tahu cara pelacakan itu. Sehingga pelaku langsung mematikan ponsel atau membuang nomor setelah mengirimkan pesan singkat.
Pihak keluarga, lanjut Boy, juga belum memberikan uang tebusan Rp 300 juta yang diminta pelaku. Pelaku juga tidak mengirim pesan singkat lagi.
Sementara soal ditemukannya mobil Daihatsu Xenia hitam milik Victor, yang ditemukan di Tol kawasan Bogor, Boy mengatakan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. "Sulit untuk melihat sidik jari pelaku," kata dia.
Victor hilang sejak 10 Juni 2010 lalu. Sebelum menghilang, Victor pamit untuk rapat di Pamulang, Tangerang.
Istri Victor, SM (24), melaporkan sang suami diculik kepada Polda Metro Jaya pada 16 Juni 2010. SM melaporkan suaminya telah diculik setelah ayahanda Victor, DW, mendapat pesan yang bernada mengancam dan memeras.
DW mengaku pelaku penculikan meminta tebusan Rp 300 juta jika ingin anaknya kembali dengan selamat. Pelaku dan Victor belum diketahui keberadaannya. Polisi menemukan mobil Daihatsu Xenia milik korban di tol di kawasan Bogor pada Kamis 17 Juni 2010.
(nik/nwk)











































