Dilansir situs lipi.go.id, mekarnya tumbuhan langka itu diketahui oleh seorang peneliti, Sofi Mursidawati, pada Minggu 20 Juni lalu.
"Rafflesia patma yang baru mekar ini mempunyai beberapa perbedaan dengan bunga yang mekar terlebih dahulu. Perbedaan tersebut terutama dari warna yang lebih cerah," begitu yang tertulis dalam situs lipi.go.id, Senin (21/6/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mekarnya bunga yang disebut masyarakat sebagai bunga bangkai ini telah mematahkan anggapan bahwa bunga ini tidak dapat hidup di luar habitatnya. Harapan untuk lebih melestarikan bunga langka ini pun terbuka lebar.
"Pernyataan bahwa tidak mungkin rafflesia ditumbuhkan di luar habitatnya kini telah terjawab. Keberhasilan ini membuka peluang untuk tercapainya harapan bahwa rafflesia ternyata mungkin bisa dikembangkan di luar habitat aslinya," katanya.
Keberhasilan itu dicapai setelah penelitian intensif sejak tahun 2004. Kebanyakan pengunjung Kebun Raya Bogor mengidentikkan rafflesia dengan bunga bangkai (Amorpophallus titanum ) yang lebih dulu ada di Kebun Raya.
Keduanya merupakan 2 jenis tumbuhan yang berbeda meski gelar bunga bangkai melekat pada keduanya karena ciri khasnya yang sama-sama berbau bangkai dan sama-sama berukuran raksasa.
(ken/nrl)











































