Pesawat yang dinaiki Ken Talbot, salah satu miliader Australia itu hilang di kawasan hutan lebat di Afrika Barat pada Sabtu, 19 Juni lalu. Selain Talbot, ada 5 petinggi Sundance Resources Ltd, perusahaan pertambangan Australia di dalam pesawat tersebut.
Pesawat CASA C-212 bermesin ganda tersebut mengangkut 9 penumpang dan 2 kru pesawat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Selain enam warga Australia dan seorang warga negara AS, ada dua penumpang lain, seorang warga Prancis dan Inggris serta seorang pilot Prancis dan kopilot Inggris," terang Smith.
Pesawat carteran tersebut hilang kontak tak lama setelah lepas landas. Pesawat tersebut bertolak dari Yaounde di Kamerun menuju Yangadou di Republik Kongo. Para penumpangnya dijadwalkan meninjau proyek tambang besi di Kamerun dan Kongo.
"Itu kira-kira satu jam penerbangan, dan komunikasi terakhir dari mereka adalah 30 menit setelah lepas landas," kata Brian Thornton, juru bicara Talbot Group, yang merupakan pemegang saham utama Sundance.
"Itu komunikasi standar, mereka tidak melaporkan ada masalah," pungkasnya.
(ita/nrl)











































