Selama 10 hari terakhir, para demonstran telah turun ke jalan untuk memprotes kematian Khaled Said, seorang pengusaha Alexandria yang ditemukan tewas setelah bertemu beberapa polisi berpakaian preman.
Menurut saksi mata, aksi demo mencapai puncaknya pada Minggu, 20 Juni waktu setempat dengan melibatkan sekitar 200 orang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut para demonstran, kematian Said merupakan contoh penyiksaan rutin yang dilakukan kepolisian di Mesir. Namun pemerintah Mesir membantah penyiksaan tersebut merupakan sistemik dan menyatakan insiden itu tengah diselidiki.
"Kami datang untuk memprotes penyiksaan oleh polisi," kata aktivis HAM Aida Saif al-Dawla.
Menurut saksi mata, penangkapan sekitar 40 demonstran itu bermula ketika polisi melarang para demonstran berkumpul di lapangan utama Kairo. Karena dilarang, massa pun bergerak menuju pusat kota Kairo. Namun polisi langsung menghentikan aksi tersebut dengan menangkapi para demonstran.
(ita/nrl)











































