"Besok kita akan mengirimkan sampel darah kita," ujar relawan MER-C yang baru kembali dari Jalur Gaza, Arief Rahman, dalam jumpa pers di Kantor Mer-C, Jl Kramat Lontar, Jakarta Pusat, Senin (21/6/2010).
Arief menjelaskan, cek toksin ini diperlukan untuk mengetahui apakah mereka mengalami keracunan. Karena salah seorang relawan asal KISPA, Harjito, mengalami kenaikan kadar arsen dalam tubuhnya, setelah diperiksa. Arief pun mencurigai adanya jenis-jenis racun tertentu dalam tubuh mereka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut dokter Mer-C ini, kemungkinan racun tersebut tidak bersifat langsung mematikan namun merusak organ dalam. Karena setelah beberapaha hari, para relawan ini belum merasakan efek racun tersebut.
"Bisa dari gas air mata, bisa dari air minum atau makanan yang diberikan pada kami oleh Israel," jelasnya.
Selama dalam tahanan Israel, Arief mengaku diberi makan roti, sayuran dan yoghurt.
(rdf/gah)











































