"Seperti rutan narkoba Cipinang," ujar relawan Mer-C yang ikut ditahan Israel, Arief Rahman, dalam jumpa pers di Kantor Mer-C, Jl Kramat Lontar, Jakarta Pusat, Senin (21/6/2010).
Arief mengaku berada 14 jam dalam penjara itu. Dari informasi yang dikumpulkannya, penjara tersebut adalah milik swasta yang disewakan pada pemerintah. Bangunannya masih baru.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ada 4 blok di penjara itu. Selama dalam penjara Arief ditempatkan di blok D. Isi satu selnya 2 hingga 4 orang. Selain pemisahan berdasarkan jenis kelamin, tahanan juga sebisa mungkin ditempatkan dengan orang yang bukan berasal dari negara yang sama.
Selama dalam penjara, Arief mengaku perlakuan para sipir cukup baik. Tidak ada perlakuan kasar yang diterimanya.
"Mungkin mereka takut kalau ada PBB, lalu dituduh memperlakukan tahanan dengan buruk," ujar dia.
(rdf/gah)










































