"Pengunjung jangan sampai tergiur model penjualan yg tak masuk akal," kata Ketua Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Huzna Zahir saat di hubungi detikcom, Sabtu,Β (19/6/2010).
Pemandangan tersebut nampak di sebuah stand kebutuhan rumah tangga di PRJ. Stand tersebut menawarkan produk utama kompor listrik serta alat dapur lainnya seperti panci, pemanas makanan dan microwave.
"Dari puluhan korban yang mengadu ke kami, korban dari berbagai kalangan. Dan jenis kelaminnya ternyata tak cuma ibu-ibu. Bapak-bapak yang biasanya tak konsumtif juga banyak yang termakan," tambahnya.
Dalam prakteknya, mereka menjual dengan berbagai variasi penawaran. Seperti yang dialami Rahman, (29), warga Bekasi yang akan membeli kompor listrik seharga Rp 9,9 juta tapi malah di sarankan membeli home theater seharga Rp 6,9juta. Dengan alasan, kompor listrik tersebut akan diberikan gratis.
Dari aduan yang diterima YLKI, biasanya korban sadar ketika sudah sampai rumah. Seperti orang linglung, korban sadar setelah diprotes anggota keluarga karena harga barang tak masuk akal. Terlebih, ternyata harga diskon juga tak cocok dengan kualitas barang.
"Ini kaya yang ada di mal-mal," tandasnya.
(asp/gah)











































