Misalnya saja menjelang keterangan pers Presiden SBY di Istana Cipanas, Jumat (18/6/2010). Protoler merombak pendopo Istana Cipanas yang tadinya digunakan untuk ruang makan, menjadi ruang untuk keterangan pers.
Podium sudah disiapkan, namun rupanya dikritik para juru kamera lantaran sinar matahari akan berada di belakang SBY dan menyebabkan backlight. Podium pun digeser.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ada Rahwana, tokoh raksasa penculik Dewi Sinta dalam kisah Ramayana. Kemudian ada Pandu Dewanata, ayah Pandawa lima dan punawakan yaitu Petruk, Gareng, Semar, Bagong.
Nah, rupanya setelah diperhatikan, posisi Rahwana tepat di belakang kursi untuk SBY dan sepertinya protokoler belum menyadari. Salah satu wartawan pun memberitahukan protokoler. Staf protokoler itu kemudian berdiskusi dengan Ibu Negara Ani Yudhoyono yang sudah duduk memangku cucunya Aira, didampingi putranya Agus Harimurti, Edhi Baskoro dan menantunya Annisa Pohan.
Bu Ani pun menunjuk-nunjuk memberikan instruksi agar partisi kulit itu dipindahkan. Demi kesempurnaan acara, keterangan pers pun mundur 20 menit.
(nwk/fay)











































