"Dikatakan server misalnya Facebook, Gmail, Yahoo Anda di-hacked, padahal belum tentu. Jebakan seolah mengarahkan kita untuk mengotentifikasi email, padahal kita dibawa ke situs palsu," kata praktisi multimedia Abimanyu Wachjoewidajat kepada detikcom, Jumat (18/6/2010).
Pria yang akrab dipanggil Abah ini mengatakan modus lain untuk phising dan mail scam biasanya berpura-pura dari bank atau universitas. Untuk itu Abah berbagi sejumlah tips agar pengguna internet waspada dengan situs palsu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Abah juga menyarankan pengguna internet memakai password yang berbeda untuk layanan yang berbeda, misalnya antara yahoo dan facebook. Selain itu, hati-hati juga mengetikkan password agar tidak terlihat orang lain, dan rajinlah mengganti password jika sering memakai komputer umum. Hati-hati juga dengan kamera, baik webcam ataupun cctv di tempat layanan internet umum.
"Hati-hati juga dengan kamera. Bisa saja kamera itu dikendalikan petugas tidak bertanggung jawab untuk memantau akses anda. Ingat banyak kamera yang dilengkapi fitur pan, tilt, zoom," jelas dia.
Untuk urusan komputer umum ini seperti warnet dan perpustakaan, kewaspadaan harus lebih ditingkatkan. Fitur auto login seperti keep me login dan lain-lain harus senantiasa kita matikan, agar akses kita tidak bisa dipakai orang berikutnya. Yang terakhir, jangan pernah meminjamkan password anda.
"Jangan pernah meminjamkan password Anda, walaupun terhadap orang baik dan sangat dekat sekalipun. Mungkin Anda percaya 100% dia tidak menyalahgunakan password Anda, tapi mungkin bisa teledor menjaga password Anda," tutupnya.
(fay/nrl)











































