Ibas Sekjen Termuda Parpol Besar di Indonesia

ADVERTISEMENT

Ibas Sekjen Termuda Parpol Besar di Indonesia

- detikNews
Kamis, 17 Jun 2010 17:54 WIB
Jakarta - Penunjukan Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas sebagai Sekjen Partai Demokrat (PD) merupakan sebuah prestasi sejarah. Sebab, dengan posisi Ibas yang menjadi orang nomor 2 di PD di umur 29 tahun telah mencatatkan Ibas sebagai sekjen termuda di Indonesia.

Sebelumnya rekor sekjen partai termuda dipegang oleh Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar yang didaulat Gus Dur menjadi Sekjen PKB pertama kali setelah partai berlambang bola dunia itu terbentuk pada tahun 1998. Saat itu Muhaimin baru berumur 32 tahun.

Dalam catatan detikcom, semua partai politik besar di era reformasi saat ini memberikan posisi sekjen kepada kader senior dan memiliki pengalaman lebih. Sebut saja misalnya Sekjen Golkar Idrus Marham, Sekjen PDIP Tjahjo Kumolo dan Sekjen PKS Anis Matta. Mereka semua adalah kader partai yang berpengalaman dan senior.

Hal yang sama juga ditampakkan PAN dengan sekjennya Taufik Kurniawan, PKB Lukman Edy, PPP Irgan Chairul Mahfiz dan Gerindra Ahmad Muzani. Semua kader yang menjadi sekjen ini umurnya di atas 30 tahun dan bahkan ada yang lebih dari 50 tahun seperti Tjahjo Kumolo.

Ibas telah diumumkan secara resmi sebagai sekjen DPP Partai Demokrat 2010-2010, Kamis (17/6/2010). Dengan penunjukan Ibas yang baru berumur 29 tahun ini, Ibas telah mencatat rekor sejarah sebagai sekjen partai besar termuda di Indonesia. Dengan posisi ini, Ibas memiliki tantangan dan persoalan tersendiri yang harus diselesaikan.

Sebab, jika dia gagal menunjukkan sebagai sekjen yang layak karena kemampuannya, bukan karena orang tuanya, Ibas akan dicap dalam sejarah sebagai Sekjen yang beruntung karena terpilih akibat peran bapaknya yang merupakan Presiden dan sekaligus Ketua Dewan Pembina PD. Ini akan menjadi catatan sejarah abadi bahwa sosok ketokohan Ibas karena bayang-bayang SBY alias tidak orisinil.

Namun sebaliknya, jika Ibas mampu menunjukkan diri sebagai Sekjen yang kreatif dan handal dalam menjalankan tugas, publik akan memberi apresiasi positif kepada putra bungsu SBY ini. Bahkan bukan tidak mungkin Ibas akan di daulat sebagai calon potensial pengganti bapaknya dalam koncah politik nasional. Apakah memang demikian? Mari kita lihat! (yid/asy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT