"Saya setuju saja karena memakai AC bagus agar lebih nyaman. Kalau tarifnya mahal susah juga," ujar Veranika (23) warga Pasar Minggu kepada detikcom, Jakarta, Kamis (17/6/2010).
Lulusan salah satu perguruan tinggi swasta ini berharap semua trayek metro mini menerapkan model pendingin udara. "Takutnya hanya sebagian jalur saja yang pakai AC dan yang lain tidak," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau harganya jauh dekat kayak Rp 3.500 kan juga kemahalan," jelasnya.
Ayah dari dua orang putra ini menjelaskan, dirinya meyambut penggunaan AC karena alasan pribadi. "Saya tidak merokok, Biasanya di Metro Mini ada yang merokok dan saya tidak bisa mencium asap rokok," terangnya.
Lebih lanjut, Alamsyah menginginkan agar Metro Mini bisa menjamin keamanan. "Kalau tertutup, para pengamen dan para pencopet tidak bisa langsung kabur," paparnya.
Hayatullah (28), warga Jalan Bugis, Jakarta Utara, mengusulkan selain penggunaan Ac, Metro Mini dan Kopaja perlu dilakukan peremajaan. "Busnya rata-rata sudah tua. Sebaiknya juga perlu diperbaharui lagi agar kita sebagai penumpang merasa nyaman," pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub mengusulkan akan mewajibkan penggunaan AC bagi bus Metro Mini dan Kopaja. Usulan tersebut masih dalam proses penyusunan.
(fiq/fay)











































