"Disepakati untuk meliberalisasi sistem mengenai barang-barang sipil yang masuk ke Gaza dan memperluas arus masuk bahan-bahan untuk proyek sipil yang berada di bawah pengawasan internasional," demikian statemen resmi kantor Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu seperti dilansir kantor berita Reuters, Kamis (17/6/2010).
Namun ditegaskan bahwa prosedur keamanan yang ada selama ini untuk mencegah aliran senjata dan material perang akan terus dilanjutkan.
Tidak disebutkan mengenai pencabutan blokade laut atas Gaza. Padahal negara-negara di dunia gencar mendesak pemerintah Israel untuk mencabut blokade laut atas Gaza menyusul tragedi Freedom Flotila pada 31 Mei lalu.
Dalam penyerangan pasukan Israel terhadap konvoi kapal kemanusiaan Freedom Flotilla itu, 9 orang tewas. Peristiwa itu menuai kecaman dunia internasional dan memicu berbagai aksi protes anti-Israel di sejumlah negara.
(ita/nrl)











































