Demikian disampaikan Perdana Menteri Malaysia Najib Tun Razak. Kementerian Dalam Negeri Malaysia terus memonitor situasi tersebut secara seksama.
"Pola pikir ekstremis seperti itu pastinya akan menjadi masalah bagi negara dan pada akhirnya akan mengganggu keamanan nasional," kata Najib seperti dilansir harian Malaysia, The Star, Kamis (17/6/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami akan mendapatkan semua laporan intelijen yang diperlukan untuk mengatasi ini, dan menemukan sejauh mana pengaruh ideologi tersebut di universitas-universitas dan mengambil tindakan yang tepat," tandas Najib.
Sebelumnya Inspektur Jenderal Kepolisian Malaysia Musa Hassan mengatakan, kepolisian telah mendeteksi upaya-upaya JI untuk menghidupkan kembali perjuangan mereka dengan merekrut kaum muda termasuk para mahasiswa. Sekitar 20 dan 30 mahasiswa telah direkrut setelah menghadiri ceramah-ceramah yang diadakan JI.
Dikatakan Musa, hal tersebut terungkap setelah kepolisian menahan dan mengekstradisi 10 anggota JI dalam serangkaian operasi awal tahun ini.
(ita/nrl)










































