SBY Buka Muktamar Aisyiyah di Yogyakarta

SBY Buka Muktamar Aisyiyah di Yogyakarta

- detikNews
Rabu, 16 Jun 2010 17:10 WIB
SBY Buka Muktamar Aisyiyah di Yogyakarta
Jakarta - Pimpinan Pusat (PP) Aisyiyah akan menggelar muktamar ke-46 pada 3 Juli 2010 di Yogyakarta. Muktamar yang juga akan membahas kondisi bangsa tersebut akan dibuka oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Umum PP Aisyiyah Prof Siti Chamamah Soeratno usai melakukan pertemuan dengan SBY di Kantor Presiden, Rabu(16/6/2010).

"Nanti akan dibuka oleh Presiden," ujar Siti Chamamah.

Siti Chamamah didampingi Ketua PP Aisyiyah Masyitoh Chusnan, Atikah M Zakki, Dyah Siti Nuraini, Siti Wardanah Muhadi, dan Sekretaris Umum PP Aisyiyah Shoimah Kastolani. Sedangkan, SBY didampingi Menag Suryadharma Ali, Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar, dan Menteri Pemberdayaan Perempuan Linda Gumelar.

Siti Chamamah menjelaskan, SBY menyampaikan apresiasi terhadap kiprah Aisyiyah bagi bangsa Indonesia selama ini. Aisyiyah, menurut Siti Chamamah, sudah melaksanakan berbagai program untuk mendukung pemerintah, khususnya dalam bidang kesehatan dan pendidikan. Aisyiyah yang merupakan organisasi perempuan Muhammadiyah ini memiliki banyak rumah sakit dan perguruan tinggi.

Dalam muktamar tersebut, akan dibahas berbagai persoalan bangsa yang kini memprihatinkan. "Persoalan yang akan dibawa ke muktamar yaitu situasi bangsa yang memprihatinkan yang harus ada langkah konkret yang akan dirumuskan dalam muktamar," papar wanita yang bergelar Profesor Doktor ini.

Persoalan ekonomi juga akan dibahas dalam muktamar ini. "Ekonomi yang lemah berdampak pada tingkat kesehatan dan pendidikan masyarakat," katanya. Oleh karenanya, Aisyiyah mendukung tercapainya Millenium Development Goal (MDG's) di Indonesia.

Siti Chamamah menambahkan, tidak lama lagi Aisyiyah segera menandatangani nota kesepahaman dengan Kementerian Hukum dan HAM terkait dengan pemberdayaan narapidana di lapas-lapas se-Indonesia. "Membicarakan perhatian terhadap lapas kaitannya dengan kesehatan dan moral bangsa, khususnya akhlak," kata Siti Chamamah.

Dalam kesempatan sama, Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar mengatakan, Aisyiyah memilik kepengurusan di seluruh Indonesia, sehingga kerjasama dilakukan melalui Kanwil Kemkumham di berbagai daerah. Aisyiyah akan terlibat dalam penyuluhan dan pembinaan para napi di lapas.

"Para napi membutuhkan sosok ibu, agar setelah mereka keluar dari lapas tidak lagi melakukan perbuatan melawan hukum lagi," kata Patrialis.

Selain itu, Aisyiyah juga akan membantu sosialisi tentang hukum kepada masyarakat. Hal itu dilakukan dengan membantu program Sadar Hukum yang dimiliki Kementerian Hukum dan HAM.

(anw/nik)


Berita Terkait