"Ada informasi ini (setoran uang) dari Grup Bakri. Tetapi, ini perlu diverifikasi lagi. Grup Bakri berkepentingan memberikan klarifikasi apa yang sebenarnya terjadi," kata Sekretaris Satgas Pemberantasan Mafia Hukum, Denny Indrayana, di kantornya, Jalan Veteran III, Jakarta Pusat, Rabu (16/6/2010).
Satgas mendorong agar kasus ini diungkap secara tuntas. "Ini ada mafia pajak dan mafia peradilan. Perlu diusut uang Gayus dari mana. Kemungkinan besar dari upaya dia membantu wajib pajak," ujar Denny.
Denny mengatakan Gayus pernah menyampaikan seputar dana Rp 74 miliar saat berada di Singapura. "Kita sudah sampaikan itu ke penyidik Kepolisian dan sekarang sudah di Kepolisian," kata pria berkacamata ini.
Denny menambahkan Gayus mengaku menerima setoran dari 4 perusahaan. "Iya, yang Gayus katakan memang dari 4 perusahaan itu. Karena, sebagian besar dari 44 perusahaan yang dia tangani itu clean," kata Denny.
Pekan lalu polisi menyita aset Gayus Rp 74 miliar dari safe deposit box Bank Mandiri.
Salah satu perusahaan grup Bakrie, PT Bumi Resources, menolak semua tuduhan yang menyudutkannya terkait kasus pajak. Apalagi disangkutpautkan dengan asal uang Gayus Tambunan. Bumi menjamin seluruh laporan keuangannya termasuk pajak sudah clear.
(aan/nrl)











































