Semua Korban Longsor Tawangmangu Ditemukan Tewas

Semua Korban Longsor Tawangmangu Ditemukan Tewas

- detikNews
Selasa, 15 Jun 2010 21:58 WIB
Solo - Empat korban longsor di Tawangmangu, Karanganyar, berhasil dievakusi. Semuanya ditemukan dalam kondisi sudah tak bernyawa. Keempat korban ditemukan setelah warga dan tim evakuasi melakukan kerja keras memindahkan bebatuan ukuran besar yang menimbun tubuh mereka.

Keempat korban adalah para pencari pasir yang biasa mengais rejeki di sekitar lokasi. Pantauan detikcom, Selasa (15/6/2010), korban yang pertama kali ditemukan adalah Warto. Setengah jam kemudian istrinya, Sri Wahyuni, juga berhasil ditemukan. Korban yang diketemukan berikutnya adalah Wagino.

Sedangkan proses evakuasi yang memakan waktu paling lama adalah upaya menemukan dan mengangkat tubuh Sular. Korban terakhir ini tertimbun cukup dalam dan proses evakuasi terhalang bebatuan besar yang menimbunnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah ditemukan dalam kondisi tewas, keempat korban dikirim ke Puskesmas Tawangmangu dan selanjutnya dikirim ke rumah masing-masing yang juga berada di daerah sekitar Tawangmangu.

Seperti diberitakan sebelumnya, Selasa (15/6/2010), pukul 13.00 WIB tadi terjadi longsor di sebuah tebing di sekitar jalan tembus Tawangmangu-Magetan. Lokasi longsor tersebut terletak di Dusun Dawuhan, Desa Blumbang, Tawangmangu, Karanganyar.

Longsoran tanah bercampur pasir dan bebatuan menimbun sebuah truk dan empat pekerja pencari pasir yang sedang mencari pasir di bawahnya. Beberapa pekerja dan awak truk yang selamat dari maut mengatakan, tebing tiba-tiba runtuh tanpa disertai tanda-tanda sebelumnya seperti keretakan ataupun guguran-guguran kecil.

Pada awal tahun lalu, longsoran besar juga terjadi di kawasan jalan tembus yang baru saja dibangun tersebut. Lokasi pertama dengan lokasi longsor kali ini hanya berjarak sekitar 400 meter. Saat itu penyebab longsor diduga karena adanya aktivitas penambangan liar sehingga pihak berwenang telah memasang rambu larangan melakukan penambangan.

Di lokasi yang merupakan lahan milik pribadi tersebut memang terdapat penambangan pasir liar yang dilakukan warga. Upaya pihak berwenang melarang aktivitas tersebut karena alasan membahayakan jiwa dan lingkungan, selalu diabaikan warga.


(mbr/rdf)


Berita Terkait