Hal tersebut disampaikan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Muhaimin Iskandar dalam siaran pers yang diterima detikcom, Selasa (15/6/2010).
Muhaimin menjelaskan, sejak awal pemerintah Indonesia menyatakan perlindungan PRT secara prinsipil harus didukung penuh, baik dalam bentuk rekomendasi maupun konvensi. "Keberatan beberapa pihak jika isu ini dijadikan konvensi akan lebih merugikan ketimbang rekomendasi sama sekali tidak beralasan karena secara prinsip sama," ujar Muhaimin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Konvensi domestic workers harus didukung. Sesampainya di Indonesia akan membentuk Komite Nasional yang bertugas menyiapkan kajian khusus sebagai bahan persiapan untuk penetapan konvensi itu tahun depan," kata Muhaimin optimis.
Bertemu Menaker Iran
ย
Di sela-sela pelaksanaan ILC, Muhaimin Iskandar juga melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Tenaga Kerja Iran, Abdol Reza sheikh ol Eslami. Dalam pertemuan itu, kedua belah pihak menyatakan kesiapannya melakukan pembahasan awal penempatan TKI sektor formal di Iran dan segera akan melakukan pertemuan awal.
Agenda utama pertemuan tingkat menteri itu adalah MoU Bidang Ketenagakerjaan. Kedua belah pihak menyatakan kesiapannya untuk melakukan pembahasan awal penempatan TKI sektor formal di Iran dan segera akan melakukan pertemuan awal.
"Kerjasama ini merupakan bagian dari kerjasama internasional kita dengan Iran," ujar Muhaimin.
Menurut Muhaimin, Indonesia dan Iran memiliki sejarah kerjasama bilateral yang panjang. Kesamaan budaya serta kepentingan di tingkat global mendorong kedua negara untuk semakin mempererat kerjasama di level kerjasama multilateral.
"Iran termasuk negara strategis di kawasan Timur Tengah, kita sangat berkepentingan untuk meningkatkan perlindungan TKI di kawasan tersebut. Selain itu, independensi Iran di level multilateral bisa membantu kita mendorong aliansi yang lebih luas khususnya untuk tujuan spesifik kita di sektor ketenagakerjaan," tambah Cak Imin.
Bahkan, lanjut Muhaimin, kedua negara sepakat meningkatkan kerjasama strategis ini hingga ke tingkat inisiasi aliansi menteri tenaga kerja yang tergabung dalam OKI (Kongres negara-negara Islam se Dunia). "Kita menyediakan diri untuk menjadi inisiator dan tuan rumah bagi aliansi ini," kata Muhaimin.
(djo/djo)











































