"Karena tidak bilang, saya tidak tahu. Perjalanan dinas itu selalu tercatat. Seperti kalau saya bilang tercatat, pimpinan yang lain juga tahu," ujar Bibit saat bersaksi untuk terdakwa Anggodo Widjojo di Pengadilan Tipikor, Jl Rasuna Said, Jakarta, Selasa (15/6/2010).
"Kepergiannya setelah Anggoro dicekal atau kapan?" tanya hakim kembali.
"Saya nggak tahu kapan perginya," jawab Bibit.
"Lalu kapan anda tahu Antasari pergi menemui Anggoro?" cecar hakim.
"Saya baru tahu setelah ini terungkap. Saat pengacara datang ke kantor ingin mengambil barangnya. Saat itu saya baru tahu kalau Antasari ke Singapura untuk menemui Anggoro. Katanya mau meminta testimoni," jelas Bibit.
Sementara itu Chandra M Hamzah sebelumnya juga mengatakan hal yang sama ketika ditanya mengenai apakah dirinya tahu kapan Antasari pergi ke Singapura.
"Karena tidak tercatat saya tidak tahu. Kapan dan dalam rangka apa saya tidak tahu. Dalam tugas KPK kalau ada perjalanan dinas itu tercatat, pada saat Antasari ke Singapura ini tidak tercatat," jelas Chandra.
Bibit juga sempat ditanya soal Antasari. Secara tegas, pensiunan Polri ini mengatakan Antasari bukanlah pimpinan yang baik. "Ketua macam apa dia. Kalau ada masalah seharusnya dibicarakan di dalam dulu," keluh Bibit. (mpr/fay)











































