"Pembangunan ada desain ulang karena menunggu izin membuka akses jalan Tol Ring Road dari Kemenhub," ujar Wakil Dinas Perhubungan DKI Riza Hasyim saat dihubungi wartawan, Selasa (15/6/2010).
Menurut Riza, desain pembangunan terminal yang akan dibangun di dekat JORR telah disetujui oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) namun izin membuka akses menuju jalan tol sebagai akses keluar masuk terminal memang belum dikantongi oleh Pemprov DKI.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian, Riza optimistis jika pembuatan terminal yang digadang-gadang sebagai terminal terbesar di Indonesia ini akan selesai tetap waktu. "Target kita tetap, 2011 sudah bisa beroperasi," ujarnya.
Terminal Pulogebang merupakan bagian dari konsep pengembangan Kawasan Sentra Primer Baru Timur (SPBT) di Jakarta. Dishub telah membebaskan lahan di Kecamatan Cakung, Jakarta Timur seluas 9,5 hektar pada pada 2008 lalu.
Anggaran pembangunan untuk terminal ini diperkirakan sebesar Rp 500 miliar dalam sistem multiyears (anggaran tahun berjalan) selama dua tahun. Pihaknya menyebutkan, dalam APBD 2010 telah dianggarkan sebesar Rp 275 miliar. Sedangkan sisanya, Rp 225 miliar akan dianggarkan pada APBD DKI 2011.
Terminal Pulogebang akan memiliki kapasitas 2.977 bus AKAP dengan dua lantai. Selain itu, disediakan area parkir seluas 18.000 meter persegi untuk menampung kendaraan pribadi. Sehingga memudahkan penumpang untuk menitipkan kendaraan pribadinya dengan aman sebelum melanjutkan perjalanan dengan angkutan umum. Areal parkir juga akan dibangun dua lantai. Diperkirakan lantai basement mampu menampung 310 kendaraan dan lantai satu menampung 225 kendaraan.
(her/lrn)










































