Geram Kaligis dan Jaksa Debat Terus, Hakim Ketok Palu dengan Keras

Sidang Anggodo

Geram Kaligis dan Jaksa Debat Terus, Hakim Ketok Palu dengan Keras

- detikNews
Selasa, 15 Jun 2010 12:54 WIB
Geram Kaligis dan Jaksa Debat Terus, Hakim Ketok Palu dengan Keras
Jakarta - Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan kuasa hukum Anggodo Widjojo terus terlibat perdebatan selama persidangan berlangsung. Hakim pun geram dan memukul palunya dengan keras sehingga mengagetkan seluruh peserta sidang.

Perdebatan saling bantah yang terjadi antara dua kubu ini terkait pertanyaan kuasa hukum Anggodo, OC Kaligis, yang ditujukan kepada pimpinan KPK Chandra M Hamzah.Β Β 

"Apakah Anda pernah melakukan pertemuan di Pasar Festival Kuningan untuk menerima sejumlah uang?" tanya OC Kaligis kepada Chandra di Pengadilan Tipikor, Jl Rasuna Said, Jakarta, Selasa (15/6/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pertanyaan tersebut langsung disambut oleh JPU Suwardji yang merasa keberatan.

"Pertanyaan kuasa hukum tidak relevan. Hal itu sudah pernah ditegaskan oleh saksi, tidak pernah," jawab Suwardji.

Kaligis tidak tinggal diam atas tanggapan jaksa. Dia ingin Chandra menjawab untuk menegaskan kembali.

"Ini kami tegaskan makanya kami tanya," kata OC dengan nada tinggi.

Suasana ruang sidang menjadi riuh ramai. Hakim Tjokorda Rai dengan sigap memukul palu sidang sebanyak tiga kali untuk menenangkan suasana.

"Tolong ini ada etika sidangnya. Jangan saling berebutan bicara," tegasnya.

Pantauan detikcom kejadian seperti ini tidak hanya terjadi sekali tetapi beberapa kali. Bahkan dalam perdebatan terakhir ketika salah satu kuasa hukum Anggodo menanyakan apakah Chandra mengetahui kepergian mantan ketua KPK Antasari Azhar ke Singapura untuk menemui Anggoro Widjojo, lagi-lagi jaksa dan kuasa hukum berdebat.

Majelis hakim pun semakin geram dan memukul palu satu kali dengan keras sehingga mengejutkan pengunjung dan peserta siang. Seisi ruang sidang spontan terdiam. Hingga saat ini Chandra sudah diminta keterangan selama kurang lebih 1 jam.

(mpr/nrl)


Berita Terkait