Calon Pimpinan KPK Banyak yang Kompeten, Tinggal Dipilih

Calon Pimpinan KPK Banyak yang Kompeten, Tinggal Dipilih

- detikNews
Selasa, 15 Jun 2010 08:44 WIB
Calon Pimpinan KPK Banyak yang Kompeten, Tinggal Dipilih
Jakarta - Beberapa tokoh mendaftar sebagai calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Beberapa di antaranya adalah Ketua Komisi Yudisial Busyro Muqoddas dan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Ashiddiqie, dan pengacara kasus Bibit-Chandra, Bambang Widjojanto.

Panitia Seleksi (Pansel) KPK pun tinggal memilih calon-calon yang dianggap berkompeten itu. "Kemarin sudah banyak yang daftar, tinggal dipilih saja, seperti Jimly Ashiddiqie, Busyro Muqoddas, ada juga Bambang Widjojanto," kata Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW) Danang Widoyoko kepada detikcom, Selasa (15/6/2010).

"Juga masih banyak lagi calon-calon terbaik lainnya," imbuhnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Danang mengatakan, biarlah Pansel yang akan menentukan siapa yang akan terpilih nanti. Seleksi yang dilakukan diharapkan mampu menyaring para calon sehingga akhirnya calon terbaiklah yang benar-benar terpilih.

Para calon yang selama ini dianggap tidak layak, lanjut Danang, dengan sendirinya akan tersingkir dalam tahapan-tahapan berikutnya. "Mereka yang bela koruptor dalam tes wawancara pasti akan ditanyakan konsistensinya memberantas korupsi," kata pria berkacamata tersebut.

"Makalah yang mereka bikin tentang dukungan pemberantasan korupsi juga akan dikomparasikan dengan kasus-kasus yang mereka tangani," tambah Danang.

Meski tak bia dipungkiri, para anggota Pansel ada yang dianggap orang-orangnya SBY, namun secara komposisi menurut Danang masih tepat. Ini dibuktikan dengan adanya anggota Pansel yang selama ini justru vokal terhadap SBY.

"Buya Syafii Maarif selama ini vokal terhadap SBY, dan dalam pemilu lalu membela JK," imbuhnya.

Namun demikian, yang terpenting adalah peran serta masyarakat sangat diperlukan. Danang berharap masyarakat mengikuti tahapan demi tahapan pemilihan pimpinan KPK ini agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. (anw/nrl)


Berita Terkait