Ditemui di lokasi kejadian, Kanitlaka Satlantas Poltabes Surakarta, AKP Sarwoko, mengatakan akibat kecelakaan maut tersebut hingga saat ini diketahui satu orang tewas, tujuh luka berat, dan sepuluh orang mengalami luka ringan. Penyebab kecelakaan, diketahui karena pengemudi mengantuk sehingga tidak mampu mengendalikan kendaraan dengan baik.
Korban luka dirawat di rawat di tiga rumah sakit di Solo yaitu RS Yarsis, RS Panti Waluyo, dan RS Kasih Ibu. Sedangkan korban meninggal adalah Adi Abela, 10 tahun. Jenasah Adi hingga saat ini masih berada di RS Yarsis Solo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Rombongan ini adalah anak-anak kelas enam yang hendak menuju Borobudur untuk wisata setelah kelulusan. Selain ke Borobudur rencananya juga Yogyakarta dan langsung pulang ke Malang tanpa menginap," Rini Wijiati, salah satu guru MI NU Pakis Aji Malang yang menyertai acara wisata tersebut, saat ditemui di rumah sakit.
Rini mengatakan, bus wisata itu berhenti terakhir kali pada tengah malam di Mantingan, Ngawi, untuk makan malam. Bahkan menurut Rini, saat kejadian banyak penumpang yang masih terjaga karena memang belum cukup lama rentang wajtu antara pemberhentian di Ngawi dengan saat kecelakaan.
Sedangkan pengendara motor dan pemboncengnya hanya mengalami luka ringan. Kaduanya saat ini dirawat di RS Panti Waluyo. Padahal menurut keterangan saksi mata, saat kejadian kedua orang tersebut beserta sepeda motornya sempat terserat dan masuk ke dalam kolong bus Rosalia Indah.
Salah satu awak bnus Rosalia Indah, Sutiyo, mengatakan sebenarnya bus PO Rosalia Indah tidak melaju terlalu kencang karena hendak menurunkan penumpang tak jauh dari lokasi kejadian. Namun karena bus Prima melaju sangat cepat dan keluar dari as jalan, akhirnya kecelakan tak terhindarkan.
(mbr/anw)











































