"Kita targetkan 26 megawatt pada tahun 2013, saat ini kita baru menghasilkan 2 megawatt," ujar Direktur Pengelola, Douglas Manurung kepada wartawan di Balaikota, Jl Medan Merdeka Selatan, Senin (14/6/2010).
Listrik tersebut, menurut Douglas dihasilkan dari sampah yang disimpan dalam peti khusus sehingga menghasilkan gas metan yang merupakan salah satu tenaga listrik yang paling potensial.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Manurung mengatakan jika saat ini pihaknya telah memiliki 2 alat, dimana setiap alat mampu menghasilkan 1 megawatt gas metan dalam waktu 4 bulan.
"Kita sudah beli dua lagi, saat ini sudah ada di pelabuhan alatnya, akhir tahun ini kita beli lagi 4 unit alat yang sama," terangnya.
Dengan menggunakan cara tersebut, diharapkan sampah warga Ibukota yang per harinya mencapai 4,5 juta ton tidak sekadar menjadi sampah busuk, melainkan juga menjadi sesuatu yang sangat berharga.
"Kita juga akan menjadikan TPA Bantar Gebang sebagai tempat pariwisata, tapi itu masih program panjang," paparnya.
(her/anw)










































