"Peti mati dan kaca mata kuda ini punya arti filosofis," ujar purnawirawan brigjen ini begitu tiba di ruang kerja Pansel Ketua KPK, Kantor Kementerian Hukum dan HAM, Jl HR Rasuna Said, Jakarta, Senin (14/6/2010).
Marsudi menjelaskan makna filosofis yang dia maksud. Peti mati simbol bahwa sebagai Ketua KPK dia siap terhadap risiko terberat dalam proses hukum kasus korupsi termasuk menghadapi tekanan-tekanan politik dan ancaman fisik dari pihak mana saja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pokoknya nobat! Semua yang nongol, kita babat!" tegas Hanafi.
Marsudi datang bersama tiga orang yang membantunya membawa kaca mata kuda dan 'peti mati'. Mereka mengenakan seragam berupa kaos warna putih dengan tulisan 'Saya Mati....' disertai gambar bendera Merah Putih.
Replika peti mati itu terbuat dari styrofoam yang dicat coklat tua. Di bagian penutup peti berkukuran 100x30 cm itu bertuliskan kata 'Koruptor'. (lh/nrl)










































