Gedung Putih menyambut langkah itu sebagai langkah penting. Menurut Gedung Putih, Israel mampu melakukan penyelidikan yang fair.
"Tapi kami tak akan terburu-buru menilai proses atau hasilnya, dan kami akan menunggu cara dan temuan investigasi sebelum menarik kesimpulan lebih jauh," kata juru bicara Gedung Putih Robert Gibbs dalam statemennya seperti dilansir kantor berita Reuters, Senin (14/6/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Komite ini terbentuk setelah berkonsultasi dengan pemerintah AS. Penyelidikan internal ini akan dipimpin oleh pensiunan hakim Mahkamah Agung Israel, Jacob Turkel. Dua pakar Israel lainnya akan menjadi anggota beserta dua pengamat asing.
"Sehubungan dengan keadaan luar biasa soal insiden itu, maka diputuskan untuk menunjuk dua pakar asing yang akan menjadi pengamat," demikian statemen pemerintah Israel.
Dengan terbentuknya komite penyelidikan internal Israel ini berarti gagal sudah desakan komunitas internasional agar terbentuk tim investigasi internasional atas peristiwa penyerangan Freedom Flotilla tersebut.
(ita/nrl)











































